Mesat Ngapung Luhur Jauh di Awang-awang Meberkeun jangjangna Ngarah Jadi Penerbang

Wilujeung Sumping

Hatur nuhun pisan parantos sumping ka ieu blog.....
mangga/silahkan tulis komentar or pesan. Blog ini artikelnya buat kalangan sendiri si tapi kalo tertarik buat dibaca apalagi di komentari ya monggo..........

Kang Iwan

Foto saya
Indonesia
Kerja, Ibadah, Senyum, Senang deh

Investasi Modal Ringan ?

Panduan Berbisnis Online

Cari Situs Yang Lain

Selasa, 27 Oktober 2009

Terjun Payung



Tahu ngak? Pada tanggal 30 Desember 1930, orang yang pernah terjun payung di Indonesia adalah anggota Angkatan Udara Belanda yaitu pembantu Letnan A.J Oonine di Pangkalan Udara Kalijati, Operasi lintas udara menerjunkan 13 orang anggota Pasukan Gerak Tjepat pada tanggal pada tanggal 17 Oktober 1947 di Kotawaringin-Kalimantan, Tuti Gantini yakni putri angkat Kolonel Udara R.H Wiriadinata menjadi orang sipil pertama yang melaksanakan terjun payung (ststic)dan Marsdya TNI(purn) Budiardjo menjadi orang pertama yang memanfaatkan parasut saat beliau bertugas di pesawat pembom Glen Martin saat mengalami kerusakan.
Benar-benar ngak ngira ya... kalo angkatan udara mempelopori penerjunan dan kota kalijati dari dulu sudah terkenal, padahal sekarang sih ga begitu terkenal dan mungkin banyak yang tidak tahu bagaimana sejarahnya kalijati.
Udah ah jadi ngelantur...
Ngomong masalah terjun payung neh terjun payung adalah aktivitas yang melibatkan terjun dari sebuah pesawat terbang dengan menggunakan parasut yang dapat dibentangkan. Sejarahnya si

pada tahun 1617an Fausto Veranzio menjadi manusia pertama yang melakukan penerjunan dari menara di Venesia-italia, dan penerjunan dari benda terbang (balon udara) pertama kalinya pada thn 1797 oleh Andre Jacques Garnerin di Paris-Perancis. Dan pada yahn 1919 perkembangan parasut untuk terjun mulai dikembangkan oleh Leslie Irvin.
Pada era sekarang di Indonesia kegiatan terjun payung sudah bukan hal yang begitu aneh, bahkan banyak orang yang hobi kegiatan yang menantang dan beresiko tinggi ini. Wadahnya pun sudah benar-benar terkoordinasi (di bina oleh PB.FASI). Termasuk penerjunan dengan menggunakan Helikopter EC 120 B Colibri. Pesawat ini bisa mengangkut 2 personil untuk melakukan penerjunan Free Fall dengan ketinggian 3500 ft hingga 7000 ft...bahkan peterjun mengungkapkan bahwa dia merasa nyaman untuk melakukan penerjunan dengan pesawat ini. Kegiatan ini pun kerap dilakukan oleh Jhoni Raranta (FASIDA RIAU), Lettu Tek Supriyanto, Sertu Samuji dan beberapa generasi penerus nya.

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar