Mesat Ngapung Luhur Jauh di Awang-awang Meberkeun jangjangna Ngarah Jadi Penerbang

Wilujeung Sumping

Hatur nuhun pisan parantos sumping ka ieu blog.....
mangga/silahkan tulis komentar or pesan. Blog ini artikelnya buat kalangan sendiri si tapi kalo tertarik buat dibaca apalagi di komentari ya monggo..........

Kang Iwan

Foto saya
Indonesia
Kerja, Ibadah, Senyum, Senang deh

Investasi Modal Ringan ?

Panduan Berbisnis Online

Cari Situs Yang Lain

Kamis, 01 Januari 2009

Semangat Prajurit Kuda Terbang

Operasi GERSATERA Skadron Udara 7 yang dilaksankan di Irianjaya (papua) sesungguhnya hanya dukungan terhadap upaya pemerintah daerah setempat yang sedang melukan operasi kemanusiaan di daerah-daerah pedalaman
Keadaan alam pulau Papua pada tahun 1991 jauh berbeda dengan daerah-daerah di Indonesia pada umumnya. Pemandangan alamnya berupa gunung-gunung menjulang tinggi berselimut hutan lebat yang hijau dan tanahnya yang berawa-rawa, terkesan masih liar. Kebanyakan masyarakat yang berada di pedalaman untuk menjangkau daerah lainnya harus berjalan kaki .
Pesawat yang dimiliki Skadron 7 jenis Bell 204B Iroquois pada saat itu pernah digunakan oleh pemerintah propinsi Irian Jaya sebagai bagian dari pemerataan pembangunan tersebut. Flight Leader yang ditugaskan pada operasi tersebut adalah kapten Pnb Dedy Permadi. Bagi Dedy kegiatan kemanusiaan yang dilakukan di tanah Irian menjadi kenangan tersendiri, karena meskipun operasi ini bukan untuk mendukung kegiatan militer namun tantangannya sama beratnya dengan operasi militer. Disamping kondisi alam yang masih liar, adanya sekelompok sipil bersenjata yang masih berkeliaran menjadi ancaman yang kadang-kadang mengganggu keamanan melalui teror penyandraan dan bahkan tidak segan-segan membunuh sanderanya.
Pada suatu hari Dedy harus terbang mengantar pegawai pemda yang melakukan observasi di pedalaman kabupaten Sentani, tepatnya sebelah barat dara Sarmi. Deddy terkejut karena melihat kerumunan massa yang terdiri dari orang-orang yang masih berpenampilan dengan hanya sehelai kain yang menutupi alat vitalnya. Massa tersebut melingkari pesawat lengkap dengan peralatan perang seperti tombak, panah, pedang dan lainnya.
Kenangan inilah yang terus melekat dalam pikiran dedy, kondisi kehidupan di pedalaman yang sederhana membuat terharu. Peristiwa ini adalah salah satu bagian dari rangkaian bantuan kegiatan yang pernah dilakukan oleh Skadron 7.
Semangat pantang menyerah dalam menjangkau berbagai medan dalam kondidi apapun telah menjadi karakter setiap personil skadron. Semangat ini selaras dengan lambang “KUDA TERBANG” atau “KUDA SEMBRANI” sebagai sosok hewan yang kuat dan mampu terbang.Figur Kuda terbang ini memiliki arti, skadron udara 7 dibentuk sebagai pesawat helikopter angkut khusus.

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar