Mesat Ngapung Luhur Jauh di Awang-awang Meberkeun jangjangna Ngarah Jadi Penerbang

Wilujeung Sumping

Hatur nuhun pisan parantos sumping ka ieu blog.....
mangga/silahkan tulis komentar or pesan. Blog ini artikelnya buat kalangan sendiri si tapi kalo tertarik buat dibaca apalagi di komentari ya monggo..........

Kang Iwan

Foto saya
Indonesia
Kerja, Ibadah, Senyum, Senang deh

Investasi Modal Ringan ?

Panduan Berbisnis Online

Cari Situs Yang Lain

Tampilkan postingan dengan label latihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label latihan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2010

Simulasi SRC-PB


Hari kamis kemarin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau kesiapan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) yang digelar di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma. Saya cukup senang dengan dibentuknya tim SRC-PB tersebut, sesuai dengan wejangan yang disampaikan SBY bahwa dengan dibentuknya satuan ini maka jika terjadi bencana alam yang menimpa wilayah Indonesia insya allah korban jiwa akan berkurang, setidaknya pada awal terjadi bencana (jam pertama) satuan ini bisa bergerak secara cepat untuk menolong koraban. Tidak seperti sebelumnya, saat jam pertama kita malah sibuk baru menyiapkan pasukan penolong, logistik, transportasi, obat-obatan daln lain sebagainya.
Simulasi ini diawali dengan bunyi sirine selama 5 detik sebagai tanda telah terjadi bencana alam, dilanjutkan dengan tindakan penyelamatan dengan menggunakan pesawat helikopter TNiAD yang bergerak untuk melaksankan pantauan (foto) daerah yang terkena bencana, evakuasi medik dengan menggunakan helikopter Basarnas, serta droping bantuan logistik dengan menggunakan Helikopter milik POLRI.

Wah semoga saja satuan ini benar-benar menjadi satuan yang bergerak terdepan saat terjadi bencana, karena kita semua tahu bahwa negara kita memang rawan bencana alam. Dan kedepannya satuan ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang lebih memadai yang dapat digunakan dalam mendukung pertolongan bencana.
Yang saya tinjau dari ke tiga pesawat helikopter milik TNI AD, BASARNAS, dan POLRI saya selaku penerbang helikopter merasa miris. Mungkin karena saya yang berfikiran terlalu kecil.kenapa harus miris?
Bagaimana tidak Kok Helikopter TNI AU tidak ikut serta sih?yang nota bene katanya helikopter tni au main set-nya adalah untuk SAR dan ada 3 Squadron udara helikoper yang ada di tni au? ingat kejadian gempa di padang tempo dulu?pesawat helikopter yang tidak ada di sana adalah pesawat helikopter
Tni au? napa bisa begitu ya?
Ya tidak apalah apa arti sebuah partisipasi, yang penting semua korban bencana dapat merasakan bantuan.... sama saja toh...hehehee
Selengkapnya...

Kamis, 19 November 2009

Helikopter BASARNAS Jatuh


Accident menimpa ke helikopter Basarnas yang tengah melaksankan latih di laut.Memprihatinkan ya...

Mau liat video nya KLIK DISINI

Selengkapnya...

Selasa, 27 Oktober 2009

Terjun Payung



Tahu ngak? Pada tanggal 30 Desember 1930, orang yang pernah terjun payung di Indonesia adalah anggota Angkatan Udara Belanda yaitu pembantu Letnan A.J Oonine di Pangkalan Udara Kalijati, Operasi lintas udara menerjunkan 13 orang anggota Pasukan Gerak Tjepat pada tanggal pada tanggal 17 Oktober 1947 di Kotawaringin-Kalimantan, Tuti Gantini yakni putri angkat Kolonel Udara R.H Wiriadinata menjadi orang sipil pertama yang melaksanakan terjun payung (ststic)dan Marsdya TNI(purn) Budiardjo menjadi orang pertama yang memanfaatkan parasut saat beliau bertugas di pesawat pembom Glen Martin saat mengalami kerusakan.
Benar-benar ngak ngira ya... kalo angkatan udara mempelopori penerjunan dan kota kalijati dari dulu sudah terkenal, padahal sekarang sih ga begitu terkenal dan mungkin banyak yang tidak tahu bagaimana sejarahnya kalijati.
Udah ah jadi ngelantur...
Ngomong masalah terjun payung neh terjun payung adalah aktivitas yang melibatkan terjun dari sebuah pesawat terbang dengan menggunakan parasut yang dapat dibentangkan. Sejarahnya si

pada tahun 1617an Fausto Veranzio menjadi manusia pertama yang melakukan penerjunan dari menara di Venesia-italia, dan penerjunan dari benda terbang (balon udara) pertama kalinya pada thn 1797 oleh Andre Jacques Garnerin di Paris-Perancis. Dan pada yahn 1919 perkembangan parasut untuk terjun mulai dikembangkan oleh Leslie Irvin.
Pada era sekarang di Indonesia kegiatan terjun payung sudah bukan hal yang begitu aneh, bahkan banyak orang yang hobi kegiatan yang menantang dan beresiko tinggi ini. Wadahnya pun sudah benar-benar terkoordinasi (di bina oleh PB.FASI). Termasuk penerjunan dengan menggunakan Helikopter EC 120 B Colibri. Pesawat ini bisa mengangkut 2 personil untuk melakukan penerjunan Free Fall dengan ketinggian 3500 ft hingga 7000 ft...bahkan peterjun mengungkapkan bahwa dia merasa nyaman untuk melakukan penerjunan dengan pesawat ini. Kegiatan ini pun kerap dilakukan oleh Jhoni Raranta (FASIDA RIAU), Lettu Tek Supriyanto, Sertu Samuji dan beberapa generasi penerus nya.

Selengkapnya...

Jumat, 16 Oktober 2009

Serah Terima Jabatan Danlanud Pekanbaru

Tepatnya pada hari Jumat, tanggal 16 Oktober 2009, Jabatan Komandan Pangkalan TNI AU Pekanbaru diterimakan dari Kolonel Penerbang Dody Trisunu kepada Kolonel Penerbang Nanang Santoso yang upacara serah terimajabatannya dilaksankan di Apron Lanud Pekanbaru dengan inspektur upacara Pangkoops AU I Marsda TNI Imam Sufaat.
Kolonel Dody Trisunu adalah perwira lulusan AAu 1986, beliau berbaur dengan menjadi pilot pesawan tempur dengan jenis pesawat A-4 Sky Hawk kemudian beriring jalannya waktu mengguankan pesawat Hawk 100/200. Tugas baru yang diemban yakni menjadi "Dirjiannatradops" di SESKO AU. Sedangkan Kolonel Penerbang Nanang Santoso merupakan alumnus AAU 1987 yang bergelut di pesawat F-5 TIGER, Jabatan sebelumnya yakni sebagai Kepala Dinas Operasi Pangkalan TNI AU Iswahyudi yang teletak di maospati jawa timur.
Tugas yang diemban sebagai Danlanud Pekanbaru bukalah hal yang mudah dan ringan,

Selain bertanggung jawab secara personil organik lanud, danlanud juga bertanggung jawab terhadap kedaulatan udara di wilayah barat. Betapa tidak, sebesar pulau Sumatra dan perbatasan negara Indonesia dengan malaysia-singapura Pangkalan yang mengamankan yang memiliki ALUTSISTA UDARA hanya Lanud Pekanbaru dengan pesawa Hawk 100/200 nya.Maka dari itu keamanan wilayah udara ini ada dalam genggaman Danlanud Pekanbaru.
Serah terima jabatan ini merupakan regenerasi pimpinan pangkalan yang memiliki tanggung jawab yang tidak sedikit.Semoga Keaman wilayah akan tetap terjaga bagi bumi pertiwi.
Kami mengucapkan SELAMAT DATANG kepada Kolonel Penerbang Nanang Santoso dalam melaksanakan tugas di Lanud Pekanbaru, dan kepada Kolonel Penerbang Dody Trisunu kami ucapkan rasa terima kasih atap kepemimpinannya selama menjadi Komandan Pangkalan TNI AU Pekanbaru, SELAMAT JALAN semoga tetap sukses dalam melaksanakan tugas yang baru...

Selengkapnya...

Rabu, 14 Oktober 2009

Latihan Bersama TNI AU dengan RSAF


Latihan bersama Manyar Indopura II-09, Pesawat Heli EC 120 B Colibri dilaksankan di Pangkalan TNI AU Pekanbaru telah dilaksankan pada tanggal 12 s.d 27 Agustus 2009. Kegiatan ini dilaksankan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan unsur SAR dalam operasi pertahanan udara. Kegiatan yagn dilaksankan mencakup kegiatan familiarisasi, formasi, Searching dan evakuasi medis di training area lanud pekanbaru.


Personil yang terlibat di TNI AU yakni 3 penerbang serta 2 tekhnisi, dan alhamdulillah kegiatan latihan bersama EC 120 B Colibri yang kedua kalinya ini terlaksana dengan aman dan lancar.
Selengkapnya...

Selasa, 29 September 2009

Terbang Solo Pertama Dengan Bell 47 G Soloy


Konversi Pengenalan Terbang Pesawat Helikopter atau biasa disingkat dengan KPTPH di indonesia bagi penerbang militer dilaksankan di Skadron Udara 7 yang terletak di Pangkalan TNI AU Kalijati, pada saat ini sudah memasuki angkatan ke-12. Ada 7 siswa yang melaksanakan konversi ini diantaranya Yakni :
1. Letnan Nodhi Bayu
2. Letnan Wahyu Rahmat
3. Letnan Hariko Pesfuci
4. Letnan Arya
5. Letnan Ahmad Budiono
6. Letnan Triwanto
7. Letnan Kadeck
Alhamdulillah setelah sekian lama terbang karena kesiapan pesawat yang begitu mepet akhirnya letnan Nodhi yang dibesarkan di daerah Gunung Kidul dan menjabat sebagai Ketua Senat KPTPH pada hari jumat tanggal 25 September 2009 bisa melaksanakan terbang solo pertama kali dengan menggunakan pesawat latih helikopter Bell 47 G Soloy, yang sebelumnya melkasankan terbang Check dengan Komandan Skadron Udara 7 Letkol Penerbang Sri Duto (Chopper 64).

Letnan Nodhi Bayu Laksono merupakan kelahiran 1985, sebagai anak pertama dari 2 bersaudara, lulusan SMA 1 Wonosari 2003 dan lulusan AAU 2007, lulusan Sekolah Penerbang ke-78.
Tak pernah diduga dan disangka saat melaksanakan terbang solo, tiba-tiba warnng light engine chip menyala. dengan segera melaksanakan landing darurat di ujung landasan.... alhamdulillah tidak ada kejadian yang begitu berarti....

Sungguh kejadian luar biasa saat melaksanakan terbang solo ada incident seperti itu.... bagi para penerbang, tekhnisi, pendukung lain agar lebih alert lagi. Karena pesawat kita bukan pesawat yang tergolong tua, tetapi tergolong sepuh....

Selengkapnya...

Kamis, 17 September 2009

Pesawat Latih TNI AU Jatuh...


Sebuah pesawat latih jatuh di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Belum diketahui nasib awak pesawatnya.

Pesawat ini jatuh sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (17/9/2009). Pesawat yang jatuh di Dukuh Grontok, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah adalah pesawat latih TNI AU.

Sampai berita ini saya tulis, belum diketahui kondisi terakhir dari pilot maupun kondisi dari alutsista tersebut

Selengkapnya...

Selasa, 08 September 2009

Autorotation Power Recovery EC 120B Colibri


Saat melaksanakan latiha emergency autototation dengan power recovery

hal yang perlu dilaksanakan adalah Speed Vy (65 kts), NR maintai di Green atau kita bisa maintain di kurang lebih 400 rpm, usahakan ball center, dan pada ketinggian 500 feet AGL power kita open lagi dalam melaksanakan power recovery, kemudian pada ketinggian 75 feet AGL laksanakan flare out dan 15 feet level kan pesawat gunakan running landing

Selengkapnya...

Jumat, 12 Juni 2009

Giliran Helikopter TNI AU Yang Jatuh


Giliran ???? kaya jabatan aja ya...tapi itulah kenyataanya, baru saja terjadi jatuh nya helikopter Puma milik Skadron udara 8,puma dengan H-3306 yang tengah melaksankan Test Flight di lanud Atang sajaya bogor mengalami crash.... ya allah kok kenapa ini terjadi?
yang lebih mencengangkan lagi adalah copilot itu lettu penerbang wisnu (adik asuhku)dengan captain pilot mayor penerbang sobiq.
sampai saat ini belum diketahui selanjutnya...

kita doakan aja semoga seluruh crew dalam keadaan selamat amin....
ya allah sampai kapan berita-berita seperti ini akan saya tulis dengan jariku?
padahal baru saja aku menulis tentang anggaran yang dijanjikan SBY untuk alutsista...ironis ya
Selengkapnya...

Anggaran TNI Akan Diperbesar

Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa anggaran untuk alutsista Tni akan ditambahkan....alhamdulillah...semoga aja iya, karena bagi orang yang mengawaki akn merasa tenang kalo saja lutsista kita kondisinya bagus-bagus iya kan?

tapi harusnya si ditambahin juga tuh kata-kata Pak SBY-nya. "Agar dananya diawasi benar-benar digunakan untuk alutsista"

Jangan sampai aca celotehan yang menyatakn bahwa berapapun dana yang dikeluarkan, kesipan alutsista ya akan segitu-itu aja...wah bisa bahaya tuh baik bagi prajurit atau pun pihak-pihak terakit....bagi yang merasa terkait si....
Idealnya si kalo liat di filmfilm action luar negeri yang menggunakan profesi militer sepertinya ideal sekali kan....para panglima perang dan jendral-jendral ataupun bintang -bintangnya benar-benar memikirkan strategi untuk menghancurkan lawan, bukan memikirkan kelaikan alutsista atau kekayaan pribadi....mungkin pemerintah harus memikirkan itu juga kali ya, jangan sampai pemerintah hanya menyalahkan orang-orang militernya saja baik yang mengawaki ataupun yang mengendalikannya....

Selengkapnya...

Senin, 08 Juni 2009

Kecelakann Pesawat Terjadi Lagi di Cianjur


Sore ini pulang ngantor di husein baru aja selesai test flight hl-1203 (helikopter buatan francis itu) dan alhamdulillah hasilnya udah bagus dilanjutkan dengan swing kompas besok.... tapi aku tercengang saat ada temenku yang dinas di sukabumi menanyakan apakah ada misi ke daerah cianjur? aku bilang ga ada tuh emang ada apa? trus dia bilang ada info jatuh satu pesawat helikopter di daerah cianjur selatan... aduh hati mulai gusar lagi deh.... astagfirullah semoga aja berita itu salah dan jika benar semoga semua crew selamat amain....

kpt hadi sebagai pilotnya info awal lost contact dengan tower saat berangkat dari ciwidey menuju batu jajar 2 meninggal 1 luka bakar.hingga aku menulis sore ini aku belum tau lebih jelas kisah lanjutannya..
Selengkapnya...

Senin, 06 April 2009

Pesawat Fokker TNI Jatuh


Saksi: Sebelum Jatuh, Fokker Tabrak Hanggar PT DI
Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Sebuah pesawat TNI jenis Fokker jatuh di Bandara Hussein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pukul 13.45 WIB. Sebelum jatuh, pesawat itu menabrak hanggar PT Dirgantara Indonesia.
"Tadi tabrak hanggar sebelum jatuh. Saya lihat langsung," kata Firman kepada detikcom pukul 13.45 WIB. Firman adalah salah satu karyawan IPTN Dirgantara. Gedung IPTN berseberangan dengan Bandara Hussein Sastranegara. Menurut Firman, pesawat itu jatuh sekitar pukul 12.30 WIB. Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak.
Belum diketahui tipe pesawat Fokker itu. Namun diduga jenis F27.


Selengkapnya...

Selasa, 10 Februari 2009

Terbang Malam Helikopter Siswa KPTPH XI


Diawali dengan briefing sore pada pukul 17:00 wib, dan dilanjutkan dengan acara syukuran yang bertempat di Masjid Skadron Udara 7. Acara terbang malam yang rutin dilaksankan dimaulai pada hari ini.....siswa helikopter yang melaksanakan terbang malam dengan menggunakan pesawat Bell 47 G Soloy serta pelaksanaan Profisiensi bagi para penerbang Skadron Udara 7 dan Lanud Suryadarma dengan menggunakan pesawat EC 120 B Colibri.
Exercise yang dilaksankan diantaranya round roubin dengan rute sdm-subang-purwodadi dan kembali lagi ke sdm....yang dibarengi dengan hujan rintik-rintik tidak menjadi halangan yang sangat berarti....
Sambutan dari Komandan pangkalan TNI AU Suryadarma mengatakan "pada hakikatnya manusia itu hidup dan beraktivitas di siang hari, maka pada pelaksanaan terbang malam agar seluruh crew serta aspek-aspek pendukung lainnya supaya lebih alert dan waspada serta disiapkan segala sesuatunya dengan lebih teliti"

Semoga latihan terbang malam ini menjadi bekal buat para crew dan pendukung dalam rangka menjadi insan TNI AU yang profesional di bidangnya....Ingat pepatah mengatakan bahwa "Seseorang akan menang dalam pertandingan karena 80 % nya adalah latihan"
Tetap semangat dan raiulah ilmu terbang sebaik-baiknya.....

Selengkapnya...

Rabu, 21 Januari 2009

Daftar Penerbang Ec 120 B Colibri


Pesawat Ec 120 B Colibri merupakan pesawat helikopter bermesin tunggal yang nyaman untuk dikendarai dan lumayan tidak bising dengan dukungan tail rotor yang berbentuk penestron...Berikut ini daftar penerbang helikopter colibri di indonesia (lebih spesifik lagi di tni au)
Daftar Colibri Number :
Colibri 01 Widiantoro
Colibri 02 Abd. Sukur
Colibri 03 D. R. Semet
Colibri 04 Hari Widodo
Colibri 05 Sri Duto Dhanisworo, S.AP, M.Si
Colibri 06 Agus Setiawan, S.T
Colibri 07 Barkah
Colibri 08 Dedy Permadi
Colibri 09 Oka Prawira
Colibri 10 Tahyodi, S.AP
Colibri 11 Heraldy Dumex Dharma, S.AP
Colibri 12 tarmuji Hadi, S.AP

Colibri 13 Djoko Setiono, S.AP
Colibri 14 Anggit Budi W, S.AP
colibri 15 Putu Sucahyadi, S.AP
Colibri 16 Wahyu Widodo (alm)
Colibri 17 Adriadi (alm)
Colibri 18 Maman Suherman, S.AP
Colibri 19 Engky Saputra Jaya (alm)
Colibri 20 Yosep Frits Dehaan
Colibri 21 yanwar Efendhi
Colibri 22 Daryanto
Colibri 23 Luky Indrawan, S.AP
Colibri 24 Iwan Setiawan, S.AP
Colibri 25 Irdhian Krisnayogi, S.AP
Colibri 26 Adi Tri Budiono
Colibri 27 Adi Putra Buana
Colibri 28 Taufik Agus Hidayat
Colibri 29 Zulhasymi
colibri 30 Daan Sulfi, S.Sos, M.Si
Colibri 31 Sapuan, S.Sos
Colibri 32 Zen Muhammad Achwan
Colibri 33 Oktavianus Olga, S.E
Colibri 34 Fariana Dewi Zakaria
Colibri 35 Antonius
Colibri 36 Al Izar Inosanto
Colibri 37 Ras Rendro Bowo
Colibri 38 Rio Septiarso
Colibri 39 Alexander Yosep Lessy
Colibri 40 Wibowo Jumeno Harianto
Colibri 41 Khairun Aslam

Colibri 42 M. Syafii
Colibri 43 Rico Tanjung
Colibri 44 Kadeck Dwi Indra Mawan
Colibri 45 Rico Tanjung
Colibri 46 tri Wanto
Colibri 47 Irwan S.Dunggio
Colibri 48
Colibri 49
Colibri 50
Colibri 51 Hasan
Selengkapnya...

Sertijab Komandan Skadron Udara 7

Di lingkup tni au pergantian pejabat merupakan hal yang lumrah dan pasti terjadi, seirinng bergulirnya waktu serta regenerasi dalm pinpinan antar satuan.
skadron udara 7 lanud suryadarma khususnya.....pada tanggal 28 januari 2009 diadakan serah terima jabatan komandan sebagai pimpinan satuan dari Letkol Pnb Tahyodii,S.AP yang menjabat semenjak bulan Juli 2007 hingga akhir bulan Januari 2009
Letkol Tahyodi merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1990 merupan profile penerbang yang handal serta mempunyai tersendiri dalam kepemimpinannya, beliau asli putra daerah terkenal dengan goyang kerawangnya di jawa barat ymemiliki 3 putri yang insya allah akan tambah 1 lagi....(wah rajin juga ya hehehe).
"Jupiter 413" merupakan call sign yang digunakan saat mengajar siswa sekolah penerbang yang selalu memancar di udara, serta "Colibri 10" call sign yang digunakan saat mengudara dengan pesawat canggih Ec 120 B Colibri dan saat terbang dengan pesawat helikopter Bell 47 G soloy menggunakan call sign "Chopper 56".

Pengganti komandan lama yakni Letkol Pnb Sri Duto merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara 1992 merupakan generasi penerus pimpinan satuan Skadron udara 7. Asli kota terkenal dengan lumpur Lapindonya (sekarang sih udah menetap di Kalijati) memiliki 2 putri yang menggemaskan
"Chopper 64" call sign yang digunakan saat terbang pesawat helikopte Bell 47 G soloy dan "colibri 05" saat dengan ec 120 B Colibri, dan "jupiter 461" digunakan saat mengajar siswa sekolah penerbang.
dengan regenerasi ini diharapkan akan meningkatkan kualitas skadron secara lingkup kecil dan memajukan tni au dalam lingkup besar.
Harapannya secara keseluruhan semoga di lingkup tni au tidak terjadi lagi accident maupun inccident...amin ya robbal alamin
Selengkapnya...

Kamis, 01 Januari 2009

Skadron Udara 7

Skadron udara 7 lanud suryadarma kalijati jawa barat didirikan pada tanggal 25 Mei 1965 di lanud atang sanjaya bogor, yang awalnya sebagai wadah angkut udara khusus dengan pesawat MI-4, SM-1, S-61 V dan semua jenis Bell. Dengan segala kemampuannya skadron 7 mengabdi melaksanakan berbagai macam operasi Hankamneg dan juga sebagai pesawat VIP duna mendukung penerbangan istana Kepresidenan. Pada tanggal 1 januari 1991 secara resmi berada di jajaran Lanud Kalijati yang sekarang berganti nama menjadi Lanud Suryadarma. Skadron 7 mampu memberikan kepercayaan untuk membuktikan kinerja yang baik sehingga dipercaya untuk mengoperasikan pesawat EC 120B Colibri yang merupakan pesawat berbasis instrument digital. Hingga saat ini skadron 7 diperkuat dengan sejumlah pesawat Bell 47 G Soloy dan WC 120B Colibri.
Skadron 7 helikopter dipersiapkan sebagai armada yang mampu mendukung setiap personel baik dalam kondidi perang maupun bukan perang. Pada saat keadaan perang, tugasnya adalah medukung kegiatan droping pasukan, pengiriman pembekalan baik amunisi maupun logistik, evakuasi pengungsi, SAR, dan evakuasi medis. Selain tugas tadi tidak jarang mendapat tugas untuk mendukung operasi sosial / kemanusian, seperti SAR bencana alam, evakuasi kecelakaan pesawat, VIP, pesawat latih, pemotretan dan penyemprotan hama.
Skadron Udara 7 merupakan satuan pelaksana tugas komando Wing Operasi 004, sejajar dengan satuan lain seperti skadron 6 dan skadron 8. Sekalipun tugas-tugas yang dilaksanakan ini dapat diselesaikan dengan baik, tidak jarang kondisi pesawat menjadi tidak utuh akibat kecelakaan. Bahkan tidak sekali pesawat mengalami Total Lost yang diikuti jatuhnya korban jiwa. Hal seperti ini telah menjadi bagian dari tugas penerbangan yang harus dihadapi oleh setiap personil pesawat dengan jiwa patriot.
Setelah wing ops 004 dibubarkan, skadron 7 menjadi satuan pelaksana tugas operasi pangkalan TNI AU Atang Sanjaya Bogor. Namun usaimelakukan boyong atau pindah home base ke lanud kalijati tahun 1990, akhirnya skadron udara 7 diputuskan menjadi satuan pelaksana operasi dibawah Lanud Suryadarma kalijati hingga sekaran.
Selengkapnya...

Semangat Prajurit Kuda Terbang

Operasi GERSATERA Skadron Udara 7 yang dilaksankan di Irianjaya (papua) sesungguhnya hanya dukungan terhadap upaya pemerintah daerah setempat yang sedang melukan operasi kemanusiaan di daerah-daerah pedalaman
Keadaan alam pulau Papua pada tahun 1991 jauh berbeda dengan daerah-daerah di Indonesia pada umumnya. Pemandangan alamnya berupa gunung-gunung menjulang tinggi berselimut hutan lebat yang hijau dan tanahnya yang berawa-rawa, terkesan masih liar. Kebanyakan masyarakat yang berada di pedalaman untuk menjangkau daerah lainnya harus berjalan kaki .
Pesawat yang dimiliki Skadron 7 jenis Bell 204B Iroquois pada saat itu pernah digunakan oleh pemerintah propinsi Irian Jaya sebagai bagian dari pemerataan pembangunan tersebut. Flight Leader yang ditugaskan pada operasi tersebut adalah kapten Pnb Dedy Permadi. Bagi Dedy kegiatan kemanusiaan yang dilakukan di tanah Irian menjadi kenangan tersendiri, karena meskipun operasi ini bukan untuk mendukung kegiatan militer namun tantangannya sama beratnya dengan operasi militer. Disamping kondisi alam yang masih liar, adanya sekelompok sipil bersenjata yang masih berkeliaran menjadi ancaman yang kadang-kadang mengganggu keamanan melalui teror penyandraan dan bahkan tidak segan-segan membunuh sanderanya.
Pada suatu hari Dedy harus terbang mengantar pegawai pemda yang melakukan observasi di pedalaman kabupaten Sentani, tepatnya sebelah barat dara Sarmi. Deddy terkejut karena melihat kerumunan massa yang terdiri dari orang-orang yang masih berpenampilan dengan hanya sehelai kain yang menutupi alat vitalnya. Massa tersebut melingkari pesawat lengkap dengan peralatan perang seperti tombak, panah, pedang dan lainnya.
Kenangan inilah yang terus melekat dalam pikiran dedy, kondisi kehidupan di pedalaman yang sederhana membuat terharu. Peristiwa ini adalah salah satu bagian dari rangkaian bantuan kegiatan yang pernah dilakukan oleh Skadron 7.
Semangat pantang menyerah dalam menjangkau berbagai medan dalam kondidi apapun telah menjadi karakter setiap personil skadron. Semangat ini selaras dengan lambang “KUDA TERBANG” atau “KUDA SEMBRANI” sebagai sosok hewan yang kuat dan mampu terbang.Figur Kuda terbang ini memiliki arti, skadron udara 7 dibentuk sebagai pesawat helikopter angkut khusus.
Selengkapnya...

Daftar Nama Pejabat Komandan Skadron Udara 7

1. Letnan Dua Udara Aulia Suratno (1962) Mei 1965 – Mei 1970
2. Kapten Udara Sugiarto (1962) Mei 1970 – September 1971
3. Mayor Udara Supandi (1963) September 1971 – Mei 1976
4. Mayor Penerbang Komar Somawirya (1963) Mei 1976 – Mei 1979
5. Mayor Penerbang iskandar (1965) Mei 1979 – Mei 1981
6. Letkol Penerbang Kosar Surjana (Mei 1981 – Mei 1984)
7. Letkol Pnb Hengki Dauhan (Mei 1984 – Juni 1986)
8. Letkol Pnb Djoko Winarko (Juni 1986 – Juni 1988)
9. Letkol Pnb A. Hasan Sadjad (Juni 1988 – Nov 1991)
10. Letkol Pnb Subandrio (Nov 1991 – Juni 1994)
11. Letkol Pnb Bambang Wahyudi (Juni 1994 – April 1996)
12. Letkol Pnb Sujono (April 1996 – Juli 1998)

13. Letkol Pnb Sunaryo (Juli 1998 – April 2000)
14. Letkol Pnb Widiantoro (April 2000 – April 2002)
15. Letkol Pnb Dedy Permadi (April 2002 – 2004)
16. Letkol Pnb Heraldy Dumex Dharma, S.AP (2004 – 2006)
17. Letkol Pnb Maman Suherman, S.AP (2006 – 2007)
18. Letkol Pnb Oka Prawira(2006 – 2007)
19. Letkol Pnb Tahyodi, S.AP (2007 – 2009)
20.Letkol Pnb Sri Duto Dhanisworo, S.AP , M.Si (2009-2010)
21. Letkol Pnb Daan Sulfi, S.Sos, M,Si (2010-sekarang)
Selengkapnya...

Daftar Nama Chopper

Istilah chopper adalah call sing atau nama panggilan instruktur yang mengajar siswa pada tahap bina terbang.
Di bawah ini chopper-choper yang tetulis dari mulai dibentuknya penerbangan transisi hingga saat sekarang:
Chopper
01 Suhardono
02 Komar Somawiria
03 Boy Lumowa
04 Joko Purnomo
05 Iskandar
06 Kasar Suryana
07 hengky Dauhan
08 Taryun Abdul

09 Sutardjo
10 JW. Bastiaans
11 Hermes Hutabarat
12 Djoko Winarko
13 I.G.B. Wirya
14 Rahadi Sukandar
15 Sudarto
16 Sudiarto
17 Taufik Kadiran
18 F.X. Suwarno
19 Subandrio
20 Mutanto Yuwono
21 Hari. R. Gamdani
22 Mahmud Dimyati
23 E. Kosasih
24 Santos Mokoginta
25 T. Djohan B
26 F. Sulaksito
27 Wardjoko
28 Sutrisno
29 Hastanto
30 Isnawan
31 Sakamto H
32 A. Hasan Sadjad
33 Monggur P
34 Adityawarman
35 I.G.N. Basuki
36 Sunaryo
37 A. Suradji
38 Dwi Jatmiko
39 Bambang Wahyudi
40 Sujono
41 Widiantoro
42 Deddy Permadi
43 A. Rasyid
44 Hermansyah
45 Deddie R. Semet
46 Imron Nasution
47 Nazirsya
48 Irawan Nurhadi
49 hari Widodo
50 Abd. Sukur
51 Heraldy Dumex Dharma, S.AP
52 Suparmono
53 Fajar S.
54 Ahmad Sadjili
55 Oka Prawira
56 Tahyodi, S.AP
57 M. Barkah
58 Maman Suherman, S.AP
59 Djoko Setiono, S.AP
60 Sukarto
61 Kuswantoro
62 Daryatmo
63 B. Darma S
64 Sri Duto Dhanisworo, S.AP, M.Si
65 Adriadi
66 Wahyu Widodo
67 Agus Setyawan, S.T
68 Sudjendro
69 Hari Mursanto
70 Daan Sulfi, S.Sos, M.Si
71 Zulhasmi
72 Arifin Syahrir
73 Tarmuji Hadi, S.AP
74 Sapuan, S.Sos
75 Anggit Budi Wibowo, S.AP
76 Putu Sucahyadi, S.AP
77 Khairun Aslam


selengkapnya akan diedit selanjutnya

Selengkapnya...

Jumat, 14 November 2008

LATIHAN BERSAMA ELANG MALINDO XXIII/08 TNI AU-TUDM



Tanggal 10 Nov 2008 Indonesia memberangkatkan 3 pesawat hawk 100/200 dari skadron udara 12 lanud Pekanbaru dengan Flight Leader Letkol Pnb Nana Resmana, serta 3 pesawat f16 Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Isawahyudi dengan Flight Leader Letkol Pnb Fajar.
Pesawat F16 falcon tidak langsung menuju ke Butterworth Malaysia, tetapi hinggap dulu di kota sawit Pekanbaru…..




Latihan Elang Malindo, latiahan yang diselengarakan antara NKRI dengan TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) merupakan latihan taktis dan pasukan yang diselenggarakan mulai tanggal 10 November pemberangkatan hingga kembali tanggal 20 November. Even interaksi antar Negara ini merupakan ajang unjuk gigi kekuatan udara Indonesia baik dari segi Alutsista serta kemampuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) di Negara tetangga.
Latihan Bersama Elang Malindo XXIII Tahun 2008 merupakan kelanjutan dari latihan-latihan sebelumnya antara TNI AU dan TUDM. Berdasarkan hasil Sidang JKLB ke 61 di Melaka antara Malaysia dan Indonesia pada bulan September 2007, telah ditetapkan bahwa Latihan Elang Malindo XXIII/08 yang akan dilaksanakan merupakan Latihan Operasi Udara bersama dalam rangka kerjasama dalam menangani/menanggulangi bencana alam dan ancaman teroris serta ancaman Gerakan Separatis Bersenjata terhadap wilayah Malaysia dan Indonesia.
Tujuan Latihan Elang Malindo XXIII tahun 2008 adalah untuk meningkatkan kemampuan TUDM dan TNI AU dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP)/ Military Operation Other Than War (MOOTW) dan Operasi Militer Perang (OMP) / Military Operation War (MOP) dalam rangka kerjasama menangani/menanggulangi bencana alam dan ancaman teroris serta ancaman Gerakan Separatis Bersenjata terhadap wilayah Malaysia dan Indonesia
Materi latihan meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta prosedur dalam lingkup Operasi Udara Bersama secara terkoordinasi, meliputi :
- Air Intercept.
- Maritime Offensive Air Operation (MOAO).
- Fighter Escort/Composite Air Operations (COMAO), Force Down and Law Enforcement.
- Combat Search and Rescue (CSAR).
- Dropping (Personal Cargo).
- Evacuation (Medical and Personal).
Tema latihan : Dengan semangat kebersamaan Elang Malindo, kita wujudkan kemampuan operasi udara dalam menangani/ menanggulangi bencana alam dan ancaman terorisme di wilayah perbatasan Malaysia dan Indonesia
Selengkapnya...